Oleh: Muhammad Tang
Ketua Umum ICMI Muda MPW Sulawesi Selatan
Pertanyaan pertama segera memperoleh jawaban yang saya jadikan sebagai fondasi niat: menjadikan ICMI Muda sebagai wadah silaturahmi intelektual untuk menebarkan manfaat seluas-luasnya. Adapun pertanyaan kedua—mengenai keberhasilan dalam membangun organisasi ini—masih memerlukan proses waktu untuk terjawab. Namun, saya meyakini bahwa setiap niat yang tulus dan usaha kolektif yang dilakukan secara ikhlas akan mendapat keberkahan. Kami meyakini bahwa Tuhan tidak buta melihat usaha hamba-Nya.
Dengan keyakinan tersebut, kami mulai menyusun struktur kepengurusan ICMI Muda MPW Sulawesi Selatan dan secara resmi terbentuk untuk periode 2025–2030 berdasarkan Surat Keputusan MPP ICMI Muda Nomor 747/SK/MPP ICMI Muda/VII/2025 yang ditetapkan pada 11 Muharram 1447 H / 7 Juli 2025. Langkah selanjutnya adalah membentuk panitia pelantikan dan rapat kerja pada tanggal 12 Muharram 1447 H / 8 Juli 2025. Acara pelantikan, seminar, dan rapat kerja akan diselenggarakan pada 27 Juli 2025. Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan penanda kesungguhan ICMI Muda MPW Sulsel dalam membawa gagasan besar ke ruang publik.
Kami berharap hasil rapat kerja tersebut tidak sekadar menjadi dokumen administratif yang berakhir di tumpukan kertas, tetapi menjadi rencana aksi yang implementatif, terukur, dan berdampak nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Empat Pilar, Satu Visi Peradaban
ICMI Muda didirikan atas empat pilar utama: Keindonesiaan, Keislaman, Kepemudaan, dan Kecendekiawanan. Keempat pilar ini bukan hanya fondasi normatif, tetapi merupakan bingkai strategis yang membentuk arah dan orientasi gerakan. Dari keempat pilar tersebut, kecendekiawanan menjadi inti ruh gerakan. Tanpa kecendekiawanan, Keindonesiaan kehilangan arah, Keislaman kehilangan nilai transformatif, dan Kepemudaan kehilangan daya dorong.
1. Keindonesiaan: Menjaga Spirit Kebangsaan
ICMI Muda MPW Sulawesi Selatan menempatkan Keindonesiaan sebagai komitmen terhadap cita-cita kolektif bangsa. Keindonesiaan bukan sekadar status kewarganegaraan, tetapi kesadaran historis untuk mengisi kemerdekaan dengan etos kerja, tanggung jawab sosial, dan penguatan nilai kebangsaan. Dalam konteks ini, ICMI Muda harus turut serta membumikan Pancasila, memperkuat toleransi antarumat, serta aktif membangun narasi positif tentang keberagaman Indonesia.
2. Keislaman: Islam yang Mencerahkan
Sebagai komunitas intelektual Muslim, ICMI Muda berpijak pada Islam sebagai pedoman spiritual sekaligus basis etik untuk bergerak di ruang publik. Islam yang kami usung bukanlah yang eksklusif dan rigid, melainkan Islam yang rahmatan lil ‘ālamīn, moderat, terbuka, dan berorientasi pada kemajuan peradaban. Kami percaya bahwa nilai-nilai Islam mampu menjadi pendorong kemajuan sains, teknologi, dan sosial, selama dibaca dalam kerangka maqāṣid syarī‘ah dan konteks zaman.
3. Kepemudaan: Energi Perubahan
Pemuda adalah aktor utama perubahan. ICMI Muda MPW Sulsel percaya bahwa energi pemuda tidak hanya harus dimanfaatkan, tetapi juga diarahkan dan diberdayakan. Pilar ini menghendaki bahwa kepemimpinan tidak dilihat dari usia semata, melainkan dari kapasitas untuk menawarkan solusi, membangun jejaring, dan menjadi motor transformasi sosial. Oleh sebab itu, ICMI Muda harus menjadi inkubator lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang visioner dan berintegritas.
4. Kecendekiawanan: Ruh Gerakan
Kecendekiawanan adalah jantung dari seluruh gerakan ICMI Muda. Dalam perspektif teologis, landasan kecendekiawanan telah diletakkan secara kuat dalam ayat pertama (Qs. Al-Alaq/1-5) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, yakni Iqra’ (bacalah). Kata tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya literasi, riset, dan publikasi sebagai pilar transformasi ilmu dan peradaban.
a. Literasi sebagai Basis Peradaban
Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, dan menganalisis informasi. ICMI Muda Sulsel akan mendorong penguatan literasi digital, literasi agama, dan literasi kebangsaan sebagai upaya membekali generasi muda menghadapi tantangan era disrupsi informasi.
b. Riset sebagai Jalan Pencerahan
Tidak ada kemajuan tanpa budaya riset. Dalam sejarah Islam, kejayaan ilmu pengetahuan bermula dari semangat riset para ilmuwan Muslim. Kini, riset harus diarahkan untuk menjawab problem-problem kontekstual seperti kemiskinan, krisis lingkungan, pengangguran, dan ketimpangan sosial. ICMI Muda MPW Sulsel akan mendorong sinergi riset antar kampus, pesantren, dan komunitas sosial.
c. Publikasi sebagai Amal Jariyah Intelektual
Ilmu yang tidak dibagikan akan lenyap. Oleh karena itu, budaya publikasi ilmiah, opini strategis, dan pemikiran kritis harus dibudayakan dalam tubuh ICMI Muda. Kami akan menginisiasi pelatihan penulisan karyab ilmiah dan publikasi, serta membentuk jejaring intelektual yang mampu menyalurkan gagasan ke ruang publik.
ICMI Muda yang Relevan dan Berdampak
Menjawab pertanyaan “Ke mana arah ICMI Muda MPW Sulawesi Selatan?”, jawabannya adalah: menjadi motor penggerak transformasi berbasis nilai-nilai intelektual dan spiritual. Organisasi ini tidak boleh berhenti sebagai komunitas diskusi, melainkan harus menjadi agen perubahan yang bergerak secara kolektif, kolaboratif, dan progresif. Berdasar tema yang diangkat pada seminar hari pelantikan, “Membangun Gagasan, Menggerakkan Perubahan: Kiprah ICMI Muda Sulawesi-selatan Untuk Umat dan Bangsa”.
Transformasi ini dimulai dari dalam: membangun komunikasi efektif antar pengurus, memperkuat jejaring kelembagaan dengan kampus, pemerintah, dan masyarakat sipil, serta memperluas ruang kolaborasi secara nasional dan global. Dunia tidak menunggu kesiapan kita. Dunia menuntut kecepatan, strategi, dan integritas.
Sebagai organisasi yang lahir dari rahim intelektual Muslim Indonesia, ICMI Muda memiliki tanggung jawab sejarah dan moral untuk membawa nilai-nilai Islam dan ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat. Sulawesi Selatan, sebagai tanah lahir ICMI Muda, memiliki warisan besar untuk menjadi episentrum gerakan cendekia muda Muslim Indonesia. Maka, dengan semangat Iqra’, dan dalam bingkai “Sinergisitas dan Kolaborasi,” mari kita membangun ICMI Muda yang tercerahkan dan berdampak luas.
Semoga Allah SWT meridai dan menuntun setiap langkah kita. aamiin yaa rabbal aalamiin.
Wassalāmu ‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
~~~
Makassar, 15 Muharram
1447 H / 11 Juli 2025 M.

0 Komentar